REVIEW PAPER KARAKTERISASI SENYAWA DARI FRAKSI AKTIF ANTIBAKTERI DAUN Garcinia celebica linn (Kandis)*
REVIEW
PAPER
KARAKTERISASI
SENYAWA DARI FRAKSI AKTIF ANTIBAKTERI
DAUN
Garcinia celebica linn (Kandis)*
Madyawati
Latief
Program
Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi
e-mail: madya246@yahoo.co.id
A. PENDAHULUAN
Genus
garcinia yang merupakan family Guttiferae ini mempunyai lebih dari 400
spesies yang tersebar di Filipina, tropikal Afrika, New Guinea, Borneo dan
Malaya. Hampir sebagian besar juga tumbuh dan tersebar di wilayah Indonesia
(Maheshwari, 1964).
Di Indonesia tumbuhan ini dikenal dengan nama
Kandis, atau manggu Leuweung (Sunda) dan Baros (Jawa). Kayu tumbuhan ini banyak
digunakan untuk pembuatan perahu, dan buahnya dapat dimakan tetapi rasanya agak
asam dan dagingnya tipis (Heyne, 1987).
Laporan
etnobotani menyatakan bahwa tumbuhan ini digunakan sebagai pengobatan
parturisi. Laporan penelitian tentang G. celebica belum banyak
ditemukan, berbeda halnya dengan spesies yang paling dikenal yaitu Garcinia
mangostana, dimana laporan penelitian tentang spesies ini sangat banyak
ditemukan baik kandungan kimia maupun aktivitas biologinya.
.
B.
METODOLOGI
PENELITIAN
Bahan dan Alat
Titik leleh ditentukan dengan
menggunakan alat penetapan titik leleh mikro Fisher-Johns. Spektrum UV dan IR
diukur dengan menggunakan spektrofotometer Varian 100 dan Perkin Elmer.
Spektrum 1H dan 13C NMR diukur dengan menggunakan spektrometer Bruker AM 500
yang bekerja pada 500 MHz (1H) dan 125 MHz (13C), menggunakan puncak residu dan
pelarut yang terdeuterasi sebagai standar. Kromatografi Vakum Cair dilakukan
menggunakan Si gel Merck 60 GF254,yang memiiliki prinsip kerja dimana adsorpsi
dan partisi yang dipercepat dengan bantuan pompa vakum. Kromatografi kolom
gravitasi dengan Si gel Merck 60 (230-400 mesh) dan analisis kromatografi Lapis
Tipis (KLT) dengan pelat berlapis Si gel Merck Kieselgel 60 F254, 0,25 mm, yang
memiliki prinsip kerja yaitu memisahkan sampel berdasarkan perbedaan kepolaran
antara sampel dengan pelarut yang digunakan.
Pelarut yang digunakan pada
percobaan ini adalah pelarut teknis yang telah didestilasi sebelum digunakan. Bahan
tumbuhan berupa daun G. celebica yang dikumpulkan dari Hutan Raya Bogor.
C. EKSTRAKSI DAN ISOLASI.
Serbuk daun G. celebica (3
kg), diperkolasi berturut- turut dengan n-heksana, etil asetat dan metanol,
masing-masing 3 kali, menghasilkan ekstrak n-heksana (70 g), etil asetat (80 g)
dan metanol ( 78 g). Kemudian kepada masing-masing fraksi dilakukan uji
antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, Shigella dysentriae,
Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus.
Hasil ujiaktivitas antibakteri
disajikan pada Tabel 1. Fraksi yang prospektif antibakteri (F.etil asetat)
difraksinasi dengan kromatografi kolom vakum dan dielusi dengan n-heksana,
n-heksana-etil asetat, etil asetat, etil asetat-metanol dan metanol yang
ditingkatkan kepolarannya secara bergradien dan dimonitor dengan kromatografi
lapis Tipis (KLT), menghasilkan 7 fraksi utama F1-F7. Fraksi F1 selanjutnya
difraksinasi kembali dengan kromatografi kolom vakum yang dielusi dengan
n-heksana, n-heksana-etil asetat, etil asetat, etil asetat-metanol dan metanol
yang ditingkatkan kepolarannya secara bergradien, juga dimonitor dengan KLT
menghasilkan 5 fraksi gabungan F1.2-F1.5. Pada Fraksi F1.2 terdapat endapan.
Endapan dipisahkan dari larutannya dan dimurnikan secara rekristalisasi
menghasilkan senyawa I yaitu Fridelin (20 mg).
Dari hasil yang di dapati yaitu pada
table satu maka dapat dinyatakan bahwa fraksi yang terbaik adalah fraksi 1 yang
di elusi dengan etil asetat rata-rata mempunyai nilai diameter hambat yang
lebih tinggi dibandingkan fraksi 1 dengan heksan dan fraksi 1 dengan metanol.
Tetapi kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri senyawa 1 lebih rendah
dibandingkan dengan fraksinya.
kemudian dilakukan dua perlakuan
elusi dengan pelarut yang sama tetapi fraksi berbeda adalah untuk mengetahui
atau membandingkan senyawa dengan fraksi mana yang memiliki zona bening yang
lebih baik. selain itu juga ditujukan agar didapati senyawa yang di hasilkan
dari pengujian tersebut yaitu adalah senyawa Fridelin (20 mg) yang dihasilkan
dari fraksi dua dan 5 fraksi gabungan F1.2-F1.5 dihasilkan dari fraksi satu.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN.
Isolasi dan Analisis
Fridelin (1) diperoleh
berbentuk jarum, tidak berwarna.
Uji Aktivitas Antibakteri.
Uji aktivitas antibakteri menggunakan
metoda difusi agar dengan teknik kertas cakram (Atmawijaya, 1988 ; Colome et
al., 1986). Bakteri uji yang digunakan yaitu Escherichia coli, Shigella
dysentriae, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus.
Terlihat bahwa ke tiga fraksi
mempunyai potensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan dari nilai diameter
zona bening, fraksi etil asetat rata-rata mempunyai nilai diameter hambat yang
lebih tinggi dibandingkan fraksi heksan dan fraksi metanol. Tetapi kemampuan
menghambat pertumbuhan bakteri senyawa 1 lebih rendah dibandingkan dengan
fraksinya, maka dapat disimpulkan bahwa fraksi yang lebih baik adalah fraksi
etil asetat yang memiliki nilai rata rata terbesar dan memiliki kemampuan untuk
menghambat antibakteri.
C. KESIMPULAN
Ekstrak etil asetat daun G.celebica memperlihatkan
aktivitas antibakteri yang cukup kuat dibandingkan dengan senyawa hasil
isolasi. Dari hasil analisi data dapat disimpulkan bahwa senyawa isolasi adalah
3-oksofridelin .
Bagus lh.
BalasHapus