IDENTIFIKASI
PHARMACHOPHORE
@resume pertemuan ke 2
Merupakan interaksi suatu obat dengan reseptornya.
(video)
Dimana saat ini pharmacophore model itu
sendiri menjadi dasar untuk proses pemodifikasian obat yang dibuat melalui
desain computer dimana obat yang diharapka dapat memiliki pharmacophore yang
sama dengan efek kerja yang sama pula. selain itu juga di tujukan agar didapati
penjelasan tentang bagaimana sebuah esensial pharmacophore serta menjelaskn
konsep dan perbedaan dari pharmacophore itu sendiri.
PHARMACOPHORE
??
yaitu berbicara tentang bagaimana menentukan
gugus penting dari suatu obat yang terlibat didalam reseptornya atau berikatan
dengan reseptornya serta bagaimana menentukan posisi relatife dalam 3D (tiga
Dimensi) ikatan antara gugus-gugus dari suatu molekul atau obat dengan sel
targetnya, serta dapat mengetahui konformasi aktif dari suatu molekul.
Molekul
(bersifat dinamis) sehingga dapat bergerak aktif.

jadi molekul atau struktur dari dopamine ini
terutama struktur 3D akan kelihatan bagaimana ia bergerak mencari konformasi
yang bagaimana agar bias bekerja aktif dan substansinya dapat bergerak secara dinamis.
Konformasi
aktif dari molekul merupakan sebagai dasar untuk merancang atau mendesain
konformasi yang diharapkan dapat berkhasiat dengan menggunakan computer. jika
reseptor telah diketahui maka target juga akan diketahui sehingga dapat
dilakukan perancangan obat sehingga diharapkan dapat bekerja dan dapat
berinteraksi dengan target yang diinginkan (teknik dopping) yang menyebabkan
timbulnya reaksi sehingga akan menyebabkan molekul yang memiliki energi konformasi
rendah sehingga menyebabkan obat yang stabil yang dapat berinteraksi dengan sel
target yang stabil.
ketika
obat tersebut memiliki avaibelity yang stabil
menyebabkan dosis tersebut wajar atau sesuai dosis rendah misalnya dalam
pemakaiannya tidak perlu di pakai atau di gunakan setiap 3 kali sehari tapi dengan
adanya pharmacophore ini makan akan menghasilkan senyawa obat baru dengan
memodifikasi salah satu gugus fungsi nya sehingga menghasilkan analog yang
memiliki efek tinggi atau baik dengan efek samping yang sedikit.
cara
mendapatkan senyawa baru ini dapat dijalankan dengan 2 cara yaitu secara :
1.
cara
modern
cara ini menggunakan fasilitas teknologi yang saat ini telah berkembang
yaitu dengan menggunakan desain computer canggih
2.
cara
tradisional
cara
ini menggunakan teknit etnobotani dimana teknik ini merupakan teknik turun
menurun dari suatu komunitas masyarakat tertentu dalam memanfaatkan tumbuhan
atau tanaman yang ada disekitar sebagai obat. seperti sirih yang digunakan
sebagai penguat gigi dan menyebabkan mulut bersih dan tidak berbau.
penggunaan
obat tradisional ini terbilang lambat memberikan efek tetapi tidak akan
menimbulkan efek samping yang bila di gunakan dalam jangka waktu lama akan
menimbulkan efek samoing yang tidak baik. hal inilah yang kadang menyebabkan
munculnya penyakit baru di dalam tubuh dikarenakan adanya pengkonsumsian
senyawa kimia apalagi pada zaman
sekarang semua produk menggunakan zat kimia dan masyarakat lebih menyukai yang
instan tanpa disadari hal inilah yang akan menyebabkan munculnya penyakit ganas
seperti kanker, tumor,infeksi dan lain-lain.
suatu
obat memiliki edukasi yang tinggi sehingga dapat ditemukan dan ditetapkan
kerangka sederhana dari molekul sehingga dapat ditentukan bagaimana bagian
molekul yang berinteraksi dengan sel target.
contoh : Morfin @ 2D
Morfin mempunyai lima pusat asimetrik (karbon
5,6,9,13, dan 14), tetapi hanya 16 (8 pasangan rasemik diastereoisomer) dan
bukan 32 (25) isomer yang mungkin, karena atom 10 dan 12 harus cis, jadi 1,3-diaksial, dibandingkan
terhadap cincin piperidin (D). Stereokimia relatif pada kelima pusat itu
direduksi secara tepat oleh Stork pada tahun 1952. Peristilahan klasik
(misalnya morfin, kodein) digantikan oleh tatanama sistemik yang didasrkan pada
inti morfinan dengan mempertahankan sistem penomoran fenantren. Jadi morfin
sekarang disebut (Cemical Abstract)
17-metil-7,8-didehidro-4,5α-epoksimorfinan-3,6α-diol ; dimana α menunjukan
orientasi trans terhadap jembatan 15,
16, 17 yang berhubungan dengan sistem cincin ABC.
Zat
pada opium (Aktif Obat)
Opium atau opium berasal
dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung
kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opium juga digunakan untuk
opium, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang
kerjanya menyerupai opium tetapi tidak didapatkan dari opium. opium alami lain
atau opium yang disintesis dari opium alami adalah heroin (diacethylmorphine),
kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
Morfin
adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang
ditemukan pada opium.Umumnya opium
mengandung 10% morfin. Kata "morfin"
berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
Morfin
adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupakan alkaloida utama
dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya
pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna.
Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antarmolekul atau antar dipol-dipol yang terjadi antara dua muatan
listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Walaupun lebih kuat dari
kebanyakan gaya antarmolekul, ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat, ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari
molekul yang sama dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang
penting.
Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki
atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron).
Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini
membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang
lemah (1-2 kJ mol−1) hingga tinggi (>155 kJ mol−1).
Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan
elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar
perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk.
Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa.
Semakin besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus
pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya.
Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida
(HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi
perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada
asam florida
1.
RESEPTOR OPIOID - µ
Reseptor opioid µ (MOR / Mu Opioid Receptors)
timbul antara presinaptis atau postsinaptis bergantung kepada tipe-tipe sel.
MOR dapat menengahi perubahan akut dalam merangsang neuron melalui
“disinhibisi” dari hubungan presinaptis GABA. Pada perubahannya, aktivasi
kronik dari MOR menyebabkan kegagalan dendrit tulang belakang melalui mekanisme
postsinaptis. Peran fisiologi dan patologi dari kedua mekanisme nyata kembali
diklarifikasi. Mungkin, keduanya yang meliputi adisi opioid dan induksi opioid
kurang pemahaman. Reseptor µ kebanyakan secara presinaptis dalam penaqueduktal
daerah abu-abu dan dalam tanduk dorsal dnagkal dari kawat spinal. Daerah lain
dimana reseptor µ telah ditempatkan termasuk lapisan flexiform luar daripada
lampu penciuman, nucleus, pada beberapa lapisan dari kortek serebelum dan pada
beberapa nucleus dari amigdala. Reseptor µ mempunyai aktivitas tinggi untuk
enkefalin dan β-endorfin tetapi aktivitasnya rendah pada dorfin. Morfin
alkaloid opioid dan kodein dikenal sebagai ikatan reseptor.
2.
RESEPTOR OPIOID - ĸ
Reseptor opioid ĸ juga diliputi dengan
analgetik, tetapi altivasinya juga menyebabkan mual dan disforia. Ligan-ligan
kappa juga dikenal untuk mereka yang mempunyai gejala efek diuretic, disebabkan
oleh regulasi negative dari hormone antidiuretik (ADH). Agonis kappa adalah
neuroprotektif untuk melawan hipoksi / iskemia., seperti reseptor kappa
menggambarkan sebuah cerita target diuretic. Ligan endogen untuk reseptor kappa
adalah dinorfin. Reseptor ĸ ditempatkan dalm perifer oleh neuron rasa sakit,
pada spinal dan otak. Agonis kappa jika penuh atau sebagian menghasilkan efek
psikotomimetik. Pada dasarnya campuran (parsial) oabt agonis / antagonis
analgesik contohnya psikotomimesis butorfanol, nalbufin dan bruprenorfin adalah
yang tidak diingini dan memberikan batasan potensial yang berlawanan. Pada
dasarnya, Salvinorin A, sebuah struktur ligan kappa diterpen neoklerodan,
efek-efek ini akan hilang. Ketika Salvinorin A dianggap sebagai halusinogenik
oleh yang dikenalnya, efek secara kualitas berbeda daripada semua yang
dihasilkan oleh halusinogen indolamin klasik.
3.
RESEPTOR OPIOID – δ
Aktivasi opioid δ juga menghasilkan
analgesic. Beberapa penelitian mengatakan bahwa reseptor opioid δ juga
berhubungan dengan serangan-serangan. Ligan endogen untuk reseptor δ adalah
enkefalin. Hingga beberapa lama, ada beberapa alat-alat farmakologi untuk studi
reseptor δ. Sebagai konsekuensinya, pengertian tentang fungsi tersebut lebih
banyak dibatasi daripada reseptor opioid lainnya. Penelitian terakhir
mengindikasikan bahwa ligan-ligan yang mengaktifkan reseptor delta meniru
fenomena yang dikenal juga sebagai “persiapan iskemia”. Menurut pengalaman,
jika pendek waktu untuk transkip iskemia yang termasuk jaringan gilir secara
tegas dilindungi jika interupsi permanen dari supply darah lebih efektif.
Opiat-opiat dan opiod-opiod dengan aktivitas delta meniru efek ini. Pada tikus
model perkenalan dari hasil ligan aktif delta dalam kardioprotektif
signifikan. Reseptor sigma α1
dan α2 pernah menjadi salah satu tipe dari reseptor opioid, karena d
stereoisomer kelas benzomorfan dari obat opioid tidak mempunyai efek pada
reseptor µ,ĸ dan δ, tetapi mengurangi batuk. Namun demikian, menurut
farmakologi bahwa reseptor sigma diaktifkan oleh obat secara komplit tidak
dihubungkan kepada opioid, dan fungsinya tidak berhubungan kepada fungsi
reseptor opioid. Sebagai contoh, fenciclidin (PCP) dan haloperidol antipsikotik
mungkin berinteraksi dengan berbagai reseptor. Antara fenciklidin dan
haloperidol mempunyai cukup besar perbedaan secara kimia pada opioid-opioid.
Ketika reseptor δ1 diisolasi dan diklon, ia ditemukan tidak ada
struktur yang berbeda pada reseptor opioid. Pada hal ini, mereka seperti kelas
yang terpisah dari reseptor. Fungsi dari reseptor-reseptor ini adalah
mengetahui yang kurang baik dan beberapa ligan endogen masih diidentifikasi.
4.
RESEPTOR OPIOID ORPHAN (ORL 1)
Penambahan reseptor opioid telah
diidentifikasi dan diklon berdasarkan homolog dengan cDNA. Reseptor ini dikenal
sebagai reseptor ORL 1. Ligan alaminya dikenal secara alternative sebagai
nosiseptin atau orphanin. Nosiseptin adalah sebuah antagonis endogen dari
transport dopamine atau oleh inhibisi GABA untuk level efek dopamine. Tanpa
system saraf pusat aksinya mungkin saja berbeda dan mungkin juga berlawanan
pada opioid tergantung pada lokasinya. Ia mengontrol hasil yang luas daripada fungsi
nosisepsi pada pengambilan makanan, dari proses penyimpanan hingga
kardiovaskular dan fungsi renal, dari aktivitas lokomotor spontan hingga
motility gastrointestinal, dari ansieti pada control relaksasi neurotransmitter
pada perifer dan kedudukan pusat. Agonis
ORL 1 telah dipelajari sebagai pelatihan untuk gagal hati dan migrant ketika
antagonis nosisepsi kemungkinan antidepresan. Obat buprenorfin merupakan
antagonis parsial pada reseptor ORL 1 ketika norbuprenorfin metabolitnya adalah
agonis penuh pada reseptor tersebut.
5.
ENKEFALIN
Proenkefalin A terdiri dari 91 asam amino.
Peptida berisi sebagian besar residu sistein untuk bentuk jembatan disulfide,
dan membantu melindungi degradasi. Daerah gelap berikut adalah met-enkefalin,
dan leu-enkefalin. [3-4 met-enkefalin untuk setiap ieu-enkefalin]. Setiap
individu enkefalin terbagi menjadi endopeptidase.
Enkefalin Tyr-Gly-Gly-Phe-Met-OH
Tyr-Gly-Gly-Phe-Leu-OH
Struktur
Enkefalin
·
Perbedaan
karakteristinya adalah pada terminal –C nya
·
Asam
amino yang sangat penting dalam hal ini adalah Tyr1, Gly3, dan Phe4
·
Asam
amino 1-4 dikonservasi secara tinggi dan yang ke-5 dapat divariasi
·
Jika
tirosin dihidrolisa, peptida tidak berfungsi
·
Peptide
lebih mudah terikat pada daerah region delta dari reseptor
·
Ketika
rantai samping adalah rantai samping setelah Phe, aktivitas ikatannya lebih
kuat
@ 3D => pusat cincin aromatic terjadi
dekolerasi electron yang tinggi sehingga apat memberikan efek indukdi yang
berfungsi untuk berikatan dengan sel target.
Hidrogin bidang datar dimana pasangan electron yang dapat
didonasikan sebagai contoh senyawa yang mkengandung asam amino dan ikatan hydrogen.
ikatan hydrogen adalah ikatan hidrogen adalah sejenis gaya
tarik antarmolekul atau antar dipol-dipol yang terjadi antara dua muatan
listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Walaupun lebih kuat dari
kebanyakan gaya antarmolekul, ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. Dalam makromolekul seperti protein dan asam nukleat, ikatan ini dapat terjadi antara dua bagian dari
molekul yang sama dan berperan sebagai penentu bentuk molekul keseluruhan yang
penting.
Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki
atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron).
Hidrogen dari molekul lain akan berinteraksi dengan pasangan elektron bebas ini
membentuk suatu ikatan hidrogen dengan besar ikatan bervariasi mulai dari yang
lemah (1-2 kJ mol−1) hingga tinggi (>155 kJ mol−1).
Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan
elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar
perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk.
Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa.
Semakin besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus
pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya.
Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam florida
(HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi
perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada
asam florida
| ikatan hidrogrn |
H => pusat untuk membentuk ikatan. Dimana
jarak antara 1 atom dengan atom lain dengan yang memainkan peran penting dengan
atom lain namun makin jauh > pendek sehingga dapat berpengaruh.
Asam
basa lewis à hidrogen bainding aseptor à dapat menerima ikatan H dari sel target
seperti asam amino dan juga bias berperan sebagai donor basa lewis karena
memiliki pasangan electron. jika ia menerima pasangan electron bebas maka tidak
ada ikatannya dengan sel targer atau reseptor.
ada 3 ikatan dari asam basa lewis yaitu :
1.
ikatan vanderwash
contohnya : jika di analogikan seperti
hubungan dengan orangtua.
pada jarak jauh terjadi interaksi karena
mampu menginduksi electron ke gugus fungsi yang lain.
2.
Delokasi
electron
menginduksi electron ke gugus fungsi yang
lain sehingga dapat membentuk ikatan vandewash karena molekul tersebut bersifat
dinamis.
3.
ikatan
ion
yaitu bersifat aktif karena mampu menerima
proton yang akan berinteraksi dengan bagian tidak aktif menuju sel target.
pertanyaan @@
1. apa yang membedakan pharmacophore dan analog ??
2. bagaimana cara menentukan pharmachopor struktur dari senyawa agar aktif ddalam memberikan efek yang tinggi ??
3. apa keuntungan dan kerugian dari identifikasi pharmacophor ini ??
4. jelaskan tahapan bagaimana cara identifikasi senyawa obat baru ??
5.apa yang mendasari di bentuknya pendesainan senyawa obat baru ??
6. buat lah contoh obat yang merupakan pengidentifikasian dari pharmacophor yang sering digunakan !!
nmr 2
BalasHapusIdentifikasi farmakofor
· Menentukan posisi 3D obat dengan target
· Mengetahui gugus penting dapat terikat dengan reseptor
· Untuk mengetahui konformasi aktif dari molekul
· Penting sebagai dasar merancang obat
· Penting dalam hal menemukan obat baru
hai nolla saya akan menambahkan
BalasHapusDesain obat merupakan proses iterasi dimulai dengan penentuan senyawa yang menunjukkan sifat biologi penting dan diakhiri dengan langkah optimasi, baik dari profil aktivitas maupun sintesis senyawa kimia. Tanpa pengetahuan lengkap tentang proses biokimia yang bertanggungjawab terhadap aktivitas biologis, hipotesis desain obat pada umumnya didasarkan pada pengujian kemiripan struktural dan pembedaan antara molekul aktif dan tak aktif (Leach, 2001). Kombinasi antara strategi mensintesis dan uji aktivitasnya menjadi sangat rumit dan memerlukan waktu yang lama untuk sampai pada pemanfaatan obat. Dengan kemajuan di bidang kimia komputasi, peneliti dapat menggunakan komputer untuk mengoptimasi aktivitas, geometri dan reaktivitas, sebelum senyawa disintesis secara eksperimental. Hal ini dapat menghindarkan langkah sintesis suatu senyawa yang membutuhkan waktu dan biaya mahal, tetapi senyawa baru tersebut tidak memiliki aktivitas seperti yang diharapkan. Keberadaan komputer yang dilengkapi dengan aplikasi kimia komputasi, memungkinkan ahli kimia komputasi medisinal menggambarkan senyawa obat secara tiga dimensi (3D) dan melakukan komparasi atas dasar kemiripan dan energi dengan senyawa lain yang sudah diketahui memiliki aktivitas tinggi (pharmacophore query).
no 1
BalasHapusmenurut saya pharmacophore itu adalah senyawa aktif dari perancangan obat baru tersebut, sedangkan analog itu adalah hasil dari pharmacophore.
Jawaban no 1
BalasHapusPharmacophore itu senyawa umum atau sebagai zat aktif sedangkan analog produk dari pharmacophore